Ujian Nasional (UAN) Menjadi Momok Bagi Siswa Mei 6, 2008
Posted by uraankoku in berita.add a comment
Ujian Nasional (UAN) yang diadakan pada tanggal 22-24 April 2008 lalu telah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa SMA dan SMK. Hal ini disebabkan karena tingginya standar kelulusan yaitu 4,26 dan adanya penambahan tiga mata pelajaran yang ikut diujikan. Berbeda dengan UAN tahun sebelumnya yang hanya mengujikan tiga mata pelajaran, pada UAN tahun ini mata pelajaran yang diujikan menjadi 6 mata pelajaran. Khusus untuk SMA, tiga mata pelajaran yang ikut ditambahkan dalam UAN yaitu, Matematika, Sosiologi, dan Geografi (untuk program jurusan IPS), Fisika, Biologi dan Kimia ( untuk program jurusan IPA), dan Sastra, Matematika dan Antropologi (untuk program jurusan Bahasa). Sedangkan untuk SMK tidak ada penambahan. Mata pelajaran yang diujikan untuk UAN hanya Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Bertambahnya jumlah mata pelajaran yang diujikan dan tingginya standar kelulusan pada UAN tahun ini dirasa sangat memberatkan siswa. Mereka sangat takut tidak dapat lulus. Pasalnya pada UAN tahun lalu, yang hanya mengujikan tiga mata pelajaran saja ternyata menyebabkan banyak siswa tidak lulus. Dengan adanya kenyataan ini para siswa harus belajar dengan sangat ekstra. Tetapi bukan hanya siswa saja yang harus belajar keras, guru dan pihak sekolah pun juga bekerja keras agar semua anak didiknya dapat lulus. Seperti halnya yang dilakukan oleh Ibu Sri Setiyani. S. Pd, (45) guru SMK N 2 Purworejo. Agar semua anak didiknya dapat lulus, beliau dan pihak sekolah berusaha semaksimal mungkin membantu siswa dengan cara memberikan bimbingan yang makasimal seperti membahas soal-soal UAN tahun lalu, membuat soal untuk uji coba UAN secara gabungan dengan sekolah-sekolah lain se Kabupaten Purworejo, memberikan les tambahan seusai jam sekolah, menambah jumlah jam pelajaran, menghapal dan mengulangi materi dari kelas satu hingga kelas tiga, melatih siswa untuk dapat percaya diri dan berdoa bersama. Usaha-usaha ini dilakukan dengan harapan agar siswa dapat lulus dengan baik.
Berbeda lagi dengan Agus Wijiyanto (18), siswa SMA Bruderan, Purworejo. Agus mengaku agar dapat lulus di UAN tahun ini, ia harus belajar dengan lebih giat. Ia rela mengorbankan waktu bermainny untuk belajar dan mengikuti berbagai les baik di sekolah maupun di luar sekolah. “Semua kegiatan ini sangat membuat saya sangat letih karena dari hari senin saya harus masuk pukul 06.30 wib hingga pukul 14.30 wib, setelah itu masih harus mengikuti les hingga pukul 16.30 wib. Walaupun sangat cepek tetapi hal itu tidak seberapa dibandingkan saya dapat lulus dengan nilai yang baik” kata Agus.
Drama “Bukan Salah Shinta” di Aula USD Mei 6, 2008
Posted by uraankoku in berita.add a comment
Pada tanggal 24 April 2008 lalu, kelas teater angkatan 2004, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (USD), menggelar sebuah pementasan drama berjudul “Bukan Salah Shinta” dalam rangka memenuhi mata kuliah “Teater”. Drama yang di sutradarai oleh Rintis Kartikajati ini terinspirasi dari cerpen berjudul “Dua Wanita Cantik” Karya Jujur Prananto. Para pemain yang terlibat dalam pementasan ini antara lain adalah Cicilia Feniawati (sebagai Shinta), Yulia Herlin P (sebagai Bunda), Yustinus Anang (sebagai Rama), dan Laurentius Ellife. S. N (sebagai Om Bambang).
Pementasan ini diadakan di aula kampus USD, Mrican pada pukul 19.00-20.30 WIB. Selain gratis, pementasan ini juga bersifat terbuka untuk umum, sehingga siapa saja diijinkan untuk menonton. Pementasan ini terbilang sukses. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penonton yang datang untuk menyaksikan pementasan ini. Meskipun tergolong singkat, sebab hanya berlangsung selama kurang lebih 45 menit, namun penonton mengaku sangat terhibur menyaksikan drama ini.
Pementasan drama ini sebenarnya tidak hanya bertujuan untuk mempraktekkan teori perkuliahan tentang bermain drama, namun juga melatih mahasiswa untuk menyelenggarakan dan memproduksi sebuah pementasan drama. Selain itu pementasan drama ini juga merupakan bentuk promosi untuk anak-anak SMA.
