Detektif April 16, 2008
Posted by uraankoku in Humor.add a comment
Pak inspektur M. Prima datang menghampiri Detektif Devid , anak buahnya. Katanya, “bagaimana, apakah anda sudah mencium siapa pembunuh pengusaha itu?” Detektif Devid kelihatan gugup. Katanya, “Penbunuh pengusaha itu memang seorang wanita muda yang cantik, komandan. Ta..tapi, saya belum menciumnya!”
Belum Bayar Hutang April 16, 2008
Posted by uraankoku in Humor.add a comment
Pada saat Andi meninggal dunia, semua teman-temannya ikut berkabung. Tetapi di antara mereka hanya Bayu lah yang paling histeris. Dia terus menangis tersedusedu. Teman-temannya yang lain berusaha menghiburnya.
Budi : “Sudahlah, jangan terus-terusan sedih bagitu. Kita berdoa saja supaya Andi diterima di sisiNya dan semoga kita mendapat teman lagi seperti Andi!”
Bayu : “Tidaaak! Aku tidak mau berdoa seperti itu. Aku tidak mau mendapat teman yang seperti Andi lagi!”
Budi : “Lho, kenapa?”
Bayu : “Andi tukan ngutang!! Hutangnya yang dulu aja belum dibayar!!”
Digantung Biar Cepat Kering April 16, 2008
Posted by uraankoku in Humor.Tags: Add new tag, Humor
add a comment
Wahyu dan Adi adalah pasien rumah sakit jiwa. Suatu hari di kolam renang RSJ, Adi melompat dan tenggelam. Wahyu segera datang menyelamatkan sahabatnya itu. Wahyu menyelam dan menarik keluar Adi. Ketika Direktur RSJ mendengar berita kepahlawanan Wahyu, beliau memerintahkan pelepasan Wahyu karena dinilai telah stabil jiwanya. Beliau memberitakan berita itu pada Wahyu. “Wahyu, saya membawa berita bagus untukmu. Berita baiknya, kamu bebbas dari RSJ, karena telah menyelamatkan Adi. Itu adalah bukti bahwa kamu telah sembuh dan bisa kembali ke masyarakat. Berita buruknya, Adi gantung diri masih dengan jubah mandinya. Dia meninggal dunia!”
Lalu dengan polosnya Wahyu menjawab, “Adi tidak gantung diri Pak! Setelah menyelamatkannya saya menggantungnya…, biar cepat kering.”